Dilaut yang bermakhota,
takhtamu terbentang dari ufuk ke ufuk,
nyanyian malam yang menggelora, rindukan para bahtera petualang.
Saat gelap malam. Bulan mu mengusik tidur sang kekasih.
anggunkan sampan yang menduyun lembut
dilentik angin dan atas kerlipan taman gemintang.
korona O, melaut sungguh indah
sinari gelap yang melanda di kusut dahi.
Pukau sendiri;
sungguh alam mainkan orkes indah kelelapan.
saat dengan tenang
ombak melaut lembut
di bibir pasir membuih
saat dengan damai jemari karang menjabat.
merasuklah…merasuklah…
takhtamu terbentang dari ufuk ke ufuk,
nyanyian malam yang menggelora, rindukan para bahtera petualang.
Saat gelap malam. Bulan mu mengusik tidur sang kekasih.
anggunkan sampan yang menduyun lembut
dilentik angin dan atas kerlipan taman gemintang.
korona O, melaut sungguh indah
sinari gelap yang melanda di kusut dahi.
Pukau sendiri;
sungguh alam mainkan orkes indah kelelapan.
saat dengan tenang
ombak melaut lembut
di bibir pasir membuih
saat dengan damai jemari karang menjabat.
merasuklah…merasuklah…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar