sungguh gersang,
daun - daun kering pun perlahan mengusik jalanan.
angin yang datang lembut berayun berkilauan tak tertambat.
kemarau di tiap musimnya,
mengeringlah sudah tiap tanah yang ku tapaki.
o, perlahan canda maut
membalut kesediaan jiwa
sudah payah benar ini usia
tiada kata menoreh lebih dalam dari lupa.
setapak membui dalam selongsong peluru waktu
udara kering dan lahan kerontang bergiring
ini tempat ku sambangi,
saban hari tanpa kenal waktu.
ditembok mengeloklah kecoklatan kering debu.
suara ringkik kuda siang itu
awetkan pohon - pohon tua.
sungguh gersang ini jalan pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar